
Seiring perkembangan zaman, penggunaan kitab kuning sebagai literatur utama mulai berkurang, karenanya membaca kutub at-turats atau kitab gundul yang juga sering disebut dengan kitab kuning sebagai tradisi dayah perlu untuk dilestarikan.
Untuk dapat memotivasi santri mempelajari, mendalami, dan memahami kitab kuning dengan baik dan melalui kegiatan ini juga dapat mendorong santri untuk memiliki kemauan kuat dalam meningkatkan semangat penguasaan kandungan isi kitab kuning. jika membaca kitab kuning tersebut tidak menjadi perhatian bersama, dikhawatirkan generasi mendatang akan meninggalkan kitab-kitab gundul saat mendalami ilmu-ilmu Islam.
Permulaan membaca Kitab Tahun 2021 ini juga bertujuan meningkatkan peran dayah sebagai lembaga pendidikan Islam yang mencetak kader ulama untuk menjawab berbagai persoalan umat dalam bidang agama. Pembacaan Qiraatil Kutub pertama tersebut diikuti oleh santri/wati Dayah Syamsuddhuha baik santri baru atau lama.




